JAPA



Dibalik rindu yang mengabut-kata-kata tumbuh sebagai luka-pertemuan tumbuh sebagai tunas perpisahan, cahaya berkembang dibalik kegelapan, tak bisa lagi kubedakan kanan dan kiri-nama-nama menyebut namamu,kong kalikong-masa,daya,rata sebagai kebiasaan-kong kalikong rasa, sebagai sasmita-
Jumput maut-sejumput kisah-gaya merenggut daya, rupa merampas daya, dunia merampas satya- kenanga putih bergelombang melambai ruhnya-tabir kesunyian. Kesumat menjelma benih perkara yang terus berbunga, bangkai-aroma selunglai kasih pada kisah dan desah ranjang cerita luka,-duka perkara, peristiwa merebut waktu dari kuku-kuku kematian, redup senja menjelma kisah sayang sendu berlalu.
Tunas tumbuh serupa barisan pasukan yang terus bergerak menemukan matahari di balik candi cendana, canda anak-anak pembawa pecut mengiringi gerak air, angin, tanah, api. Gerak langkah sang gembala peniup seruling diantara kerbau dan rumput. Kami hanya mengikuti, syahdu syair yang Kau turunkan melalui sang gembala,-kami hanya mengikuti, menamainya sebagai kewajiban menjaga dan menularkannya sebagai suatu yang harus terus diikuti,- syair itu terus didengar, dilantunkan sebagai penjaga kami dari pedang dan suara-suara terkutuk.

Oemah Naga - 
Juli 2013

Almarhum Asmara (Asma sira-asma ingsun)


Kopi senja, retas-retas gerimis, gelas pecah dan istri simpanan
Lengkapi dapur kakek tua
Rumah-rumahnya raib dikencingi kuda-kuda gaib
Ribuan pedati
Hampiri kakek pembawa cawan yang gumpil
Hendaklah pulang
Randu-randu gugur
Terpaan musim masam
Dilumat keramat
Sudahlah, rindu dan luka teramat getir
Berdesir-desir dadamu-dadaku
Meratap liukan luapan asmara
Yang pada akhirnya menjuntai
Jelma kembang tetes perpisahan
Lukaku-lukamu tak kunjung kering
Pada setiap peristiwa
Dendamku-dendammu  berderu
Kecamuk  kian meronta
Berontak pada silam
Pada cawan gumpil dan cangkir
-Kuda-kuda berlari menjemput kakek
macan putih siap sigap menyambut
Darahmu yang kopi

Nov 2012

Kenanga Kenangan

   Ode Nimas  Ayu Cengkir

sekelebat bayangan mengintai
samar rona biru meresapi  dinding-dinding  tua
meruap aroma kenanga
titis kembang putri santun
lirih suara menarik laku
tuk tarian sampur ayu
krincing-krincing  gelang kaki
menyibak tirai  yang mengatup
netra membuka kelopaknya
sluman slumun slamet
kembang kenanga terselip di telinga

Sept 2012

Pesta dungu Lelaki Pertapa

Lelaki bayangan kutemukan digigir senja
Kala ia rampung setubuhi pertapaan
_tasbih di lehernya bagai rantai membekap laku
Kutinggalkan ia yang tak pernah kukenal
Menuju batu semedi
_ia lemparkan tasbih pada lenganku

Dengan mata pejam,-
Aku melihat
Lelaki pertapa pesta raya kedunguan
Dengan sarung dan sorban
Ia tarik kutang dan jarit
Lidah dzikir menjilati kulit belia
Yang lebur tanpa suweng dan teklek
Lelaki pertapa
Di dalam gua
Menemukan gua dalam tubuh belia
Memasukinya tanpa kikuk
Jumpalitan diatas batu
Berendam di sendang,_kolam darah
_dipucuk stalagtit
Tetesan air menjelma lelaki renta berjubah abu
Sorban putih di kepalanya
Air mata cahaya mengaliri dukanya
Sebab durhaka lelaki pertapa

Rumah Senja, 1 Oktober 2011

Ekstase II

Pejamkan matamu,-
Lihatlah bahwa malaikat sedang bertengger di pucuk hidungmu
Mereka mengucap salam
Bagi si penembus benang merah,-
Antara malakut dan jabarut
Apa kau senang?
Lihatlah pula,-
Naga agung
Yang kedua sayapnya mampu
Melingkupi bumi
Lalu apalagi alas an untuk tetap hidup
Menghidupi,-
Pemujaan
Persetubuhan dengan nasut
Candu abadi

Fragmen Realita

Apa yang kau pikirkan?
Kau berkata aku mendramatisir hidupku?
Apa kau merasa paling benar?
Hidupku impresif bukan?
_aku hidup dalam fantasi
Fiksi dan imaji
Aku hidup dalam fiksi
Jika kau menganggapnya omong kosong belaka
Maka enyahlah,-
Apa?
Kau berkata aku harus realistis?
Realistis yang mana menurutmu?
Pongah dengan kepuasan dan gelimang cinta?
Atau realitas bunuh diri?ah maksudku bunuh raga,
Ah, bunuh jiwa.
Atau realitas saling jegal?atau beralih profesi sebagai jagal?
Manusia saling makan, saling mengkafirkan
Rebutan singgasana maha korup?
Realitas yang mana yang kau maksud?
Yang berkuasa dengan bedil dan belati?
Atau menggaji seseorang untuk mati dengan meledakkan diri?
Mengabarkan kepalsuan yang palsu?
Untuk mengabarkan,-mengaburkan dusta penguasa?
Penguasa yang mans?penguasa dalam diri atau penguasa diluar diri?
Atau yang mana?realaitas yang kau maksud?tolong jelaskan
Maafkan aku tak sepadan dengan engkau untuk mengetahuinya
Rumah Senja, Oktober 2011

Pernyataan Cinta

Decau jantung yang kudengar dari dadamu

Lenyap

Seperti kisah didongengkan saat senja

Dilalai kala fajar

_Kau mengantarku pada jalan

Fantasi pelacur tak menemu pucuk nikmat

Bila malam

Mencipta aroma berahi,seperti bau nanah dan darah

Ranjang menggelinjang

Menggoyah gemetarku atas kesumat dan kesunyian

Ranjang menggelinjang

Runtuhkan sang batu didadaku

_Bahwa aku,kau atau kita

Telah bersepakat dengan thagut

Ya, bercinta diatas ranjang penuh bara dan pedang

_aku tak habis fikir,-

Cumbu telah berkhianat pada cinta

_Atau sebaliknya

Rumah Senja

1 Oktober 2011